Google Mulai Perkenalkan ART di Android kitkat 4.4

Seperti halnya iOS yang mengalami perombakan mendasar pasca ditinggal oleh Scott Forstall, Android tampaknya juga siap mendapatkan perubahan mendasar pasca kepergian Andy Rubin. Google kabarnya telah mengembangkan sebuah proyek rahasia selama 2 tahun terakhir, dan fitur ini akan mulai diperkenalkan di Android 4.4 KitKat.

Fitur tersebut adalah ART; singkatan dari Android Runtime, yang disiapkan untuk menggantikan peran Dalvik dan mengubah cara kerja dari tiap smartphone/tablet Android. Selama ini tiap perangkat Android menggunakan Dalvik untuk menjalankan tiap aplikasi. Runtime dari Dalvik masih menggunakan metode penyusunan JIT (Just-In-Time) untuk menerjemahkan tiap kode pemrograman bycode, yang tak lain adalah sebuah sebagian kecil dari kode pemrograman original untuk sebuah aplikasi.

Untuk ART, metode runtime yang digunakan adalah AOT (Ahead-Of-Time) yang pada dasarnya mampu menyusun bycode ke dalam bahasa pemrograman segera setelah sebuah aplikasi diinstall, dan pada akhirnya membuat aplikasi tersebut berubah menjadi aplikasi native.

Dengan menggunakan ART, maka Android tak lagi membutuhkan bantuan dari sebuah mesin virtual atau juga menerjemahkan ulang setiap kode pemrograman, dan mampu mempersingkat proses startup jauh lebih cepat. Saat ini fitur ART masih dalam tahap percobaan, namun Anda bisa mengaktifkannya di perangkat Nexus yang telah mendapatkan update KitaKat dengan mengakses Settings > Developer options > Select runtime.

Setelah mengaktifkan fitur ini, ponsel Anda akan melakukan reboot dan butuh sekitar 10 menit untuk menampilkan seluruh aplikasi yang telah Anda install. Perlu dicatat bahwa fitur ini hendaknya tidak dilakukan di build AOSP lain karena akan menyebabkan crash dan ponsel Anda tidak akan bisa digunakan.

Pengamatan sementara menunjukkan bahwa waktu eksekusi yang dibutuhkan bagi mayoritas aplikasi kini mampu dipersingkat hingga separuh dari waktu semula. Setelah Google resmi beralih menggunakan ART, maka proses runtime aplikasi di Android dijamin akan lebih cepat dan stabil.

Hal yang mungkin kurang berkenan dari penggunaan ART ini adalah tiap aplikasi membutuhkan waktu lama ketika diinstall, dan ukuran file yang disimpan umumnya akan meningkat sekitar 10-20 persen dari ukuran semula. Namun kekurangan tersebut jelas akan sepadan jika dibandingkan dengan hadirnya penghematan waktu loading aplikasi, peningkatan daya tahan baterai dan juga kemampuan multitasking yang lebih superior bukan?

View on Path

Advertisements

Celah keamanan ios telah di temukan

Steps to hack ‘Find My iPhone’:

•Navigate to iCloud in the settings.
•Select your account.
•Change the password to an incorrect one, then taps Done.
•When display ‘wrong password’ warning, Tap OK and then tap Cancel.
•Reselect your account.
•Empty the description field and then press Done.

Sumber: #THN

View on Path

Google Glass

kacamata ini dibanderol dengan harga USD 255 atau sekitar Rp 2,7 juta. Sementara itu, piranti Google Glass sendiri dipasang dengan harga USD 1.499 atau sekitar Rp 16 juta. Sehingga total untuk mendapatkan Google Glass ini adalah USD 1.724 atau sekitar Rp 18 jutaan

Nah, setelah mendapatkannya, Anda yang memiliki mata minus atau plus, tetap harus mengunjungi optik untuk mendapatkan lensa di kacamatanya yang berdasarkan resep dokter.

#ujardetik.net

View on Path